Showing posts with label Sains&Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Sains&Teknologi. Show all posts

Wednesday, December 30, 2015

Dari Mana Asalnya Air Bumi?

Dari Mana Asalnya Air Bumi?

 Dari mana air dibumi berasal?

Air sangat penting untuk kelangsungan hidup kita, tapi tahukah kita, darimana awalnya air itu berasal? Atau darimana air yang melimpah di planet bumi yang menutupi sekitar 70 -75 persen permukaan bumi berasal?
Ketika kita masih SD atau SMP, tentu kita mempelajari tentang siklus air – penguapan dari lautan dan danau, kondensasi membentuk awan, lalu menjadi hujan yang kembali mengisi lautan dan danau – dan itu semua masuk akal. Kecuali satu hal: Tidak ada rincian menjelaskan dari mana air berasal sebelum siklus air itu terjadi.
Seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, Asal air planet kita adalah cerita yang cukup panjang dan kompleks yang meregang kembali ke sekitar 13,8 miliar tahun lalu, yaitu beberapa saat setelah terjadinya Big Bang. Dan bagian penting dari cerita, berpusat pada dua penghuni tata surya, telah hangat diperdebatkan selama beberapa dekade.
Oke, kita mulai dari bagian awal cerita, yang kita pikir kita telah memahaminya dengan baik:
Sekitar tiga menit setelah Big Bang, temperatur alam semesta terus menurun menjadi satu milyar Kelvin. Energi kinetik yang dihasilkan temperatur sebesar ini sudah tidak mampu lagi menahan gaya nuklir kuat antara proton dan netron yang selanjutnya bergabung menjadiinti-inti atom ringan. Proses ini dinamakan sebagai proses nukleosintesis. Salah satu prestasi besar kosmologi modern adalah deskripsi matematis dari proses ini, yang memberikan prediksi akurat untuk kelimpahan kosmik dari inti-inti atom yang paling sederhana yaitu hidrogen, lebih sedikit helium dan hanya beberapa lithium. Terciptanya hidrogen dengan berlimpah ini adalah awal yang tepat dalam perjalanan menuju terciptanya molekul air, tapi bagaimana dengan atom penting lain dari air, yaitu oksigen?
Di situlah peran bintang, yaitu sekitar satu miliar tahun setelah Big Bang, bintang-bintang generasi pertama masuk dalam cerita ini. Jauh di dalam interior panas mereka, tungku nuklir bintang-bintang memadukan inti-inti sederhana yang tercipta setelah Big Bang menjadi elemen-elemen yang lebih kompleks, termasuk karbon, nitrogen dan, ya, oksigen. Kemudian dalam bagian akhir kehidupan bintang, ketika bintang bersupernova, ledakannya memuntahkan elemen-elemen ini ke ruang angkasa. Oksigen dan hidrogen bergabung menciptakan H2O.



Apakah hanya sampai disitu?

Tidak! Bahkan, ini adalah bagian di mana cerita menjadi sedikit lebih rumit. Molekul-molekul air yang pasti menjadi bagian dari pusaran berdebu yang mengelilingi bintang-bintang generasi kedua (seperti matahari kita) yang baru lahir dan membentuk planet-planet dan obyek-obyek tata surya lainnya. Peristiwa seperti ini dimulai sekitar sembilan miliar tahun setelah Big Bang.

Ilustrasi awan gas dan debu pembentuk planet dan obyek-obyek tata surya lainnya mengelilingi bintang muda

Tapi dalam sejarah awal bumi, suhu lingkungan sangat tinggi dan tidak ada atmosfer yang membungkus, menyiratkan bahwa air permukaan akan menguap dan melayang kembali ke angkasa. Air yang kita miliki saat ini, tampaknya, haruslah ada lama setelah Bumi terbentuk.
Pada tata surya kita, selama periode sekitar 4 miliar tahun yang lalu yang disebut Late Heavy Bombardment, obyek-obyek besar, asteroid dan/atau komet menabrak bumi dan planet-planet dalam. Ada kemungkinan bahwa obyek-obyek tersebut mengandung air, dan bahwa tabrakan-tabrakan tersebut bisa menciptakan lautan air yang memenuhi bumi.
Namun, pengukuran jarak jauh dari air yang menguap dari beberapa komet besar yang ada (Halley, Hyakutake, dan Hale-Bopp) mengungkapkan bahwa air es mereka dibuat dari berbagai jenis H2O (mengandung isotop Hidrogen yang lebih berat) dari H2O Bumi, menunjukkan bahwa komet ini tidak bisa menjadi sumber air kita. Demikian juga penelitian yang dilakukan oleh misi rosetta terhadap komet 67P/Churyumov-Gerasimenko menunjukkan bahwa jenis hidrogen pada airnya berbeda dengan air bumi
Dengan komet besar dicoret daftar, astronom mulai bertanya-tanya apakah mungkin petunjuk tentang air bumi terletak di sabuk asteroid. Wilayah ratusan ribu asteroid yang mengorbit antara planet-planet dalam dan luar tata surya kita ini awalnya diyakini oleh para astronom terlalu dekat dengan matahari untuk menjadi rumah air, namun para astronom menemukan bukti pertama es di asteroid 24 Themis.
Penemuan ini diikuti penemuan-penemuan lainnya dari es di asteroid menunjukkan bahwa mungkin ada jauh lebih banyak es di sabuk asteroid daripada yang diperkirakan dan memberikan kemungkinan yang cukup besar, bahwa asteroid-asteroid lah yang merupakan asal air di bumi. Tetapi analisis saat ini masih didasarkan pada sampel yang terbatas, yang berarti masih ada kemungkinan bahwa kita belum sampai pada kesimpulan akhir.


Menurut versesofuniverse.blogspot.com, Jika batu-batu luar angkasa yang kita sebut asteroid adalah asal dari semua air yang ada di bumi saat ini, maka mungkin pengetahuan diatas akan lebih memperluas pemahaman kita tentang tafsir ayat-ayat dari kitab suci seperti yang bisa anda lihat disini

Tuesday, December 15, 2015

Alasan Bulan Tampak Lebih Besar di Cakrawala

Alasan Bulan Tampak Lebih Besar di Cakrawala



Jikalau Anda pernah melihat penampakan Bulan terbit di atas cakrawala, maka akan tampak begitu besar dan megah seakan-akan Anda merasa seperti Anda bisa jatuh tepat ke dalamnya, maka sebenarnya Anda telah menjadi korban dari Ilusi bulan atau Moon Illusion yang terkenal itu. Dan itu merupakan ilusi, yang pervasif dan persuasif yang sebenarnya kita lihat.
Jadi, bagaimanakah sebenarnya hal itu dapat terjadi? Pertanyaan yang bagus …
Seperti yang dilansir dari Verses Of Universe, Hal itu adalah salah satu ilusi terkenal yaitu Ilusi Ponzo. Jika Anda sudah pernah melihatnya: kasus yang paling sederhana adalah ketika ada dua garis horizontal, satu di atas yang lainnya, berada diantara dua garis miring vertikal yang berdekatan. Nah, pada garis horisontal bagian atas ini jelas akan terlihat lebih panjang dari garis yang berada di bawah, meskipun mereka sebenarnya memiliki panjang yang sama.


Ilusi bekerja karena sistem otak kita sedikit “aneh”. Garis miring membuat kita berpikir bahwa apa pun di dekat bagian atas berarti lebih jauh, garis vertikal miring ini akan memaksa otak kita untuk berpikir bahwa garis ini sebenarnya sejajar tapi terlihat mendekat di kejauhan (seperti rel kereta api). Dua garis horizontal secara fisik sama panjang, namun otak kita akan berpikir yang diatas adalah yang lebih jauh. Jika itu yang lebih jauh, maka garis yang diatas haruslah lebih besar daripada yang dibawah. Jadi, kita akan merasa seperti itu.

Ilusi Ponzo

Dan dibawah ini contoh sebuah karya foto yang indah dari ilusi Ponzo:


Dalam foto diatas ini Anda akan melihat bahwa garis merah vertikal yang di sebelah kanan jauh lebih panjang daripada yang di sebelah kiri, bukan? Tampaknya garis yang sebelah kanan hampir dua kali lebih panjang. Ini adalah persepsi yang sangat kuat.
Tapi sebenarnya TIDAK! Jika anda tidak percaya, potonglah foto pada dua garis merah dan tempatkan mereka secara berdampingan, maka dua garis merah itu seharusnya persis sama panjang.


foto setelah dipotong dan didampingkan

Contoh diatas itu adalah contoh yang sangat bagus karena dengan menggunakan gambar dalam kehidupan nyata (foto). Anda dapat melihat ubin dinding yang semakin mengecil terhadap jarak, dan tata letak horizontal mereka, lengkap dengan garis antara mereka, memaksa otak Anda untuk melihat garis di sebelah kanan sebagai yang lebih jauh. Inilah ilusi Ponzo!.
Ilusi ini sebenarnya sering terjadi … termasuk ketika Bulan atau Matahari sedang terbit dan terbenam. Ilusi bulan ini sebagian karena efek yang sama, tetapi diperlukan juga pemahaman Anda tentang bagaimana kita memandang/ menggambarkan langit.
Jika ditanyakan apa bentuk langit di atas kepala Anda, Anda mungkin akan menjawab “Hemisphere (setengah bola)”. Namun pada kenyataannya, hampir semua orang merasakan bahwa langit itu adalah sebuah mangkuk terbalik, yang rata atasnya. Jika langit itu separuh bola di atas Anda, Anda akan mengatakan bahwa cakrawala sama jauhnya dengan zenit. Namun pada kenyataannya kebanyakan orang menganggap cakrawala lah yang lebih jauh daripada titik lurus di atas kepala mereka. Hal ini tidak terlalu mengejutkan, bayangkan saat langit berawan. Awan di atas kepala Anda mungkin dua atau tiga kilometer jauhnya, tapi jika awan berada di cakrawala, mereka seperti 100 kilometer jauhnya dari Anda!
Jadi saat Bulan berada di cakrawala, otak Anda berpikir bulan itu jauh, lebih jauh daripada ketika bulan berada diatas kepala Anda. Ilusi Ponzo terjadi: otak Anda akan melihat Bulan menjadi lebih besar, dan sepertinya Anda juga bisa jatuh ke dalamnya. Ilusion ini juga berlaku untuk melihat Matahari. Bahkan, beberapa orang pernah melihat konstelasi Orion pada saat terbit dan tampak seperti tersebar di setengah langit. Ini adalah ilusi yang sangat kuat.
Anehnya, ketika bulan di cakrawala, Bulan sebenarnya lebih jauh dari kita daripada saat dia berada diatas kepala kita. Memang selisihnya tidak begitu besar, hanya beberapa ribu kilometer (dibandingkan dengan jarak keseluruhan Bulan yang sekitar 400.000 kilometer). Lihatlah keahlian photoshop yang ada dibawah ini:



Orang yang berada di atas bola Bumi di dalam gambar melihat Bulan di cakrawala, dan orang yang berada di sisi bumi melihatnya diatas kepala. Disini kita dapat melihat bahwa kelihatan jarak yang tidak sama: Bulan lebih dekat kepada orang yang melihatnya diatas kepala. Ini bukanlah ilusi.
Jadi itulah ilusi bulan. Bukan atmosfer yang bertindak seperti lensa, atau obyek yang ada didepan bulan yang membuat bulan terlihat lebih besar karena perbandingan. Ini hanya cara kita melihat bagaimana bentuk langit bersama-sama dengan Ilusion Ponzo yang terkenal.

Friday, December 4, 2015

Peluncuran iPad Pro Bakal Menjadi Kiamatnya Era PC?

Peluncuran iPad Pro Bakal Menjadi Kiamatnya Era PC?



Apple telah resmi mengumumkan tentang kelahiran model iPad terbarunya yaitu iPad Pro, pada bulan September silam. Namun, bukan seperti keluaran iPad sebelumnya, yaitu iPad Air 9,7 inci dan iPad Mini 7,9 inci, iPad Pro ini nantinya akan menjadi keluaran iPad terbesar yang berjalan di sistem operasi iOS.
Tim Cook juga mengatakan, bahwa iPad Pro ini di tujukan kepada pasar korporasi yang membutuhkan layar besar guna melakukan kegiatan yang berkaitan dengan produktivitas.

"iPad Pro perangkat iOS dengan layar terbesar. Tenaga dan performa lebih tinggi dibandingkan perangkat iOS yang lain,” jelas Tim Cook.

iPad Pro juga tersedia dengan versi Wi-Fi only serta dengan pilihan memori internal 32GB dan 128GB. iPad Pro juga memiliki beberapa pilihan warna yaitu warna silvar, gold, dan space grey.


Untuk model 32GB dibanderol dengan harga USD787 atau Rp10,7 juta, sedangkan untuk model 128 GB ditawarkan dengan harga berkisaran USD937 atau Rp12,8 juta. Sebelumnya, saat itu Apple menyebutkan bahwa iPad Pro versi WiFi only 32GB dijual seharga USD799 dan iPad Pro versi WiFi only 128GB akan dipasarkan dengan harga USD949.

 

"Kupikir jika kau sudah memiliki perangkat seukuran layar PC, kenapa kau harus membeli PC lagi? iPad Pro merupakan pengganti notebook atau desktop untuk banyak orang. Mereka akan mulai menggunakannya dan memutuskan tak perlu hal lain lagi selain perangkat ini," ujar Cook dalam wawancaranya dengan The Telegraph

Secara perhitungan untuk angka keekonomisan dan ukurannya, perangkat itu memang sudah menggantikan MacBook (Air). Dengan handset jumbonya itu bahkan sudah difasilitasi dengan Pencil seperti stylus, aksesoris keyboard, dan juga mudah dibawa ke mana saja dengan penawaran harganya yang sama dengan PC.
Cook sendiri juga sudah mengakui dirinya tak keberatan jika adanya kanibalisme antara perangkat canggih yang dikeluarkan perusahaannya itu.


"Kukira jelas akan terjadi kanibalisasi, tapi kami tak menghabiskan banyak waktu untuk mengkhawatirkannya karena selama kami masih 'memakan' diri sendiri, itu tidak masalah," jelas Cook.

Sebagai tambahan informasi, iPad Pro dibuat dengan desain dengan bodi tipis dan cukup enteng yakni sekitar 6,9 mm dan 0,7 kg. Prosesornya 64-bit 16-nanometer Apple A9X, M9 motion coprocessor dan didukung pula dengan iOS 9. Fitur handset dari pengkat ini termasuk juga sensor sidik jari serta kamera 8 MP yang dilengkapi dengan iSight camera, f/2.2. Kapasitas RAM dan penyimpanannya masing-masing adalah 4 GB dan 32/128 GB.

Saturday, November 21, 2015

Top 10 Orang Terkaya di Bidang IT

Top 10 Orang Terkaya di Bidang IT


Teknologi merupakan hal yang penting saat ini, hampir semua orang memiliki gadget atau perangkat teknologi, hal ini tentu menjadi pasar yang besar untuk meraup keuntungan. Berikut ini merupakan orang sukses dan terkaya di bidang teknologi, berikut selengkapnya seperti yang dilansir dari blogodolar.com


foto 10 orang terkaya dunia di bidang teknologi

1. Bill Gates

 
Orang nomor satu dibidang IT adalah Bill Gates, pendiri Microsoft. Pria yang berusia 51 tahun ini memiliki total kekayaan senilai US$ 79,6 miliar (sekitar Rp 1.114 triliun jika dirupiahkan dengan kurs Rp 14.000 per dolar).

2. Larry Ellison

Larry Ellison adalah seorang pendiri Oracle, yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang sistem perangkat keras komputer. Pria yang berusia 70 tahun ini memiliki kekayaan US$ 50 miliar.
Pada April 2009, Larry Ellison mengakusisi Sun Microsystem, perusahaan yang mengembangkan bahasa pemograman Java, seharga US$ 7,4 miliar. Tiga tahun kemudian, ia dan timnya di Oracale menuntut Google atas tuduhan telah menggunakan hak cipta dan paten dari Java pada Android.

3. Jeff Bezos

Jeff Bezos adalah pendiri Amazon, yang merupakan toko online terbesar di dunia. Pria lulusan Universitas Princeton ini memiliki kekayaan US$ 47,8 miliar. Pada Awal Agustus 2013, ia membeli The Washington Post senilai US$ 250 juta (sekitar Rp 2,5 triliun untuk kurs dolar saat itu).

4. Mark Zuckerberg

Jika Anda pengguna aktif Facebook, saya yakin Anda sudah tahu Mark Zuckerberg. Pendiri bersama dan sekaligus CEO Facebook ini merupakan orang termuda (berusia 31 tahun) dalam daftar orang terkaya di bidang teknologi ini. Pria yang suka mengenakan kaus abu-abu ini memiliki kekayaan US$41,2 miliar. Setelah mempunyai Facebook, Mark juga mempunyai Instagram dan WhatsApp.

5. Larry Page

Peringkat kelima adalah Larry Page, salah satu pendiri Google. Pria yang pernah menempuh S2 di Universitas Standford ini memiliki kekayaan US$ 33,4 miliar.
Larry pun mulai menjabat sebagai CEO Google pada 4 April 2011, menggantikan Eric Schmidt yang merupakan seorang mentor bagi dia dan Sergey Brin. Di bawah kepemimpinannya, Google semakin berkembang sehingga tak heran jika ia dinobatkan sebagai CEO terbaik 2015 oleh situs web Glassdoor pada bulan Juni silam.

6. Sergey Brin

Sergey Brin merupakan rekan Larry Page dalam mendirikan Google. Ia bertemu dengan Larry saat kuliah S2 di Universitas Standford. Pria yang sekarang berusia 42 tahun ini memiliki kekayaan US$ 32,8 miliar.
Sergey Brin dan Larry Page tampaknya telah menjadi soulmate. Mereka berdua terus berinovasi sehingga menjadikan Google sebagai perusahaan raksasa saat ini.

7. Jack Ma

Orang terkaya ketujuh di bidang teknologi ditempati Jack Ma. Dari namanya, Anda mungkin sudah menduga dari mana asal orang tersebut berasal. Ya, Jack Ma adalah warga negara Tiongkok yang mendirikan Alibaba, situs business to business (B2B) terbesar yang menghubungkan produsen di Tiongkok dengan dunia. Pria berusia 51 tahun ini memiliki juga memiliki kekayaan US $23,2 miliar dan menjadi satu-satunya orang Asia yang masuk ke dalam daftar bergengsi ini.

8. Steve Ballmer

Steve Ballmer merupakan mantan CEO Microsoft yang memiliki kekayaan US$ 22,7 miliar. Ia memimpin Microsoft dari Januari 2010 sampai Februari 2014. Meskipun ia mengumumkan pengunduran dirinya pada Agustus 2013, namun Microsoft baru mendapatkan penggantinya pada Februari 2014, yaitu Satya Nadella sebagai penerusnya.

9. Laurene Powell Jobs

Laurene Powell Jobs adalah isteri mendiang pendiri Apple, Steve Jobs. Wanita yang sekarang berusia 51 tahun ini memiliki kekayaan sebesar US$ 21,4 miliar. Kekayaan tersebut diperoleh dari warisan suaminya saat memimpin Apple dan saham Disney yang ia miliki sendiri. Dan juga, Laurene Powell Jobs dikenal sebagai miliuner yang dermawan.

10. Michael Dell

Peringkat kesepuluh ini ditempati Michael Dell, merupakan pendiri perusahaan komputer Dell yang memiliki kekayaan US$ 19,4 miliar. Ia memiliki naluri bisnis yang kuat sehingga mampu menjadikan Dell sebagai salah satu perusahaan sukses di bidang pembuatan komputer.
Michael Dell juga dikenal sebagai seorang dermawan. Pria itu pun sekarang berusia 50 tahun ini memiliki yayasan amal guna untuk membantu anak-anak miskin di kota tempat ia tinggal.

Monday, November 16, 2015

Konami Rilis Game Virtual untuk Para Jomblo Kesepian

Konami Rilis Game Virtual untuk Para Jomblo Kesepian



Jepang adalah negara yang memang dikenal sebagai negara yang memiliki ide dan kreativitas yang tinggi dan unik. Setelah sebelumnya membuat robot cantik bagi para pria kesepian, dan kini kabarnya orang Jepang menciptakan pacar digital atau berbentuk animasi bagi Anda untuk para jomblo.
Inovasi ini dibuat oleh Konami. Motivasi Konami untuk menciptakan pacar digital karena di Jepang banyak sekali pria-pria jomblo yang kesepian, ini tentu merupakan hal yang laku keras jika pemasaran game tersebut dirilis. Konami juga memutuskan untuk membuat 3 karakter pacar digital bernama Rinko, Manaka dan Nene yang dikemas ke dalam sebuah game bernama ‘Love Plus.'

Bukan hanya sekadar animasi gambar semata, namun pacar digital ini bisa memberikan ciuman, pegangan tangan dan bisa meninggalkan pesan-pesan romantis yang dikirim untuk para gamer. Bahkan kalau pesan dari Rinko, Manaka atau Nene tidak dibalas, mereka bisa marah layaknya manusia.
Jangan takut, tidak akan ada perselisihan dalam hubungan keduanya, karena Anda hanya akan berkomunikasi dan berpacaran dengan wanita-wanita virtual. Mereka akan merespon para pria dengan berlaku sangat manis. Lengkap dengan mata bulatnya dan wajah cantik yang sangat manis.
Ternyata game ini telah dimainkan oleh banyak pria, termasuk pria yang berusia sudah di atas 30 tahun. Sebenarnya mereka sudah menyadari kalau pacar-pacar mereka itu hanyalah sebuah game dan dalam bentuk virtual. Namun tak sedikit dari mereka yang kemudian terlena dan dimabuk cinta oleh karakter game tersebut. Walau bagaimanapun ini hanya game ya, kehidupan asli jangan dilupakan karena keasikan bermain game.
Terungkap, Alasan Ada Lubang Kecil di Jendela Pesawat

Terungkap, Alasan Ada Lubang Kecil di Jendela Pesawat

 





Namanya adalah lubang nafas atau breather hole. Walau kecil, tapi lubang ini sangat berperan penting untuk alasan keamanan penerbangan pesawat.
Jika kamu teliti lebih lanjut memperhatikan jendela pesawat secara dekat, kamu bisa melihat 3 panel yang terbuat dari bahan akrilik. Tujuan dari panel terdalam, yang biasa disebut panel gores, berfungsi untuk melindungi panel selanjutnya.
Panel tengah (yang punya lubang nafas) dan panel luar fungsinya jauh lebih penting. Karena ketika pesawat menanjak naik, tekanan udara turun di kabin pesawat dan di udara luar, tapi jauh lebih banyak di luar. Sistem pesawat pun membuat tekanan kabin pada level yang nyaman dan aman. Ini berarti, tekanan di dalam pesawat selama penerbangan biasanya jauh lebih besar dari tekanan di luar pesawat.
Dan dua panel di luar jendela pesawat dirancang untuk menyimpan perbedaan tekanan antara kabin dan udara luar. Panel tengah dan panel luar punya cukup kekuatan untuk menahan perbedaan tekanan udara ini, tapi dalam keadaan normal, panel luar lah yang paling mampu menahan tekanan udara, berkat lubang nafas kecil ini.
Lubang nafas ini juga menghangatkan udara di antara panel-panel untuk menjaga udara dingin di luar panel tidak masuk ke dalam kabin pesawat, dan juga supaya jendelanya pun tidak mengembun. Jadi kalau kamu melihat keluar dan masih bisa melihat awan dan benda di langit lain atau benda-benda di bawahmu, berterima kasihlah pada lubang kecil ini ya.

Monday, November 9, 2015

Planet Ini Ternyata Adalah Sepupu Bumi

Planet Ini Ternyata Adalah Sepupu Bumi

Selama ini para ilmuan terus berusaha mencari planet yang menyerupai bumi, dimana ada air cair dipermukaan, dengan kata lain berarti menemukan bumi yang lain. Salah satu tujuan terbesar dalam mencari eksoplanet "dunia alien" adalah menemukan planet yang kurang lebih seukuran Bumi yang mengorbit bintangnya dalam "zona layak huni."  
Sejauh ini, banyak planet seperti itu telah telah ditemukan. Semua dari mereka mungkin kurang lebih seperti Bumi, akan tetapi orbit mereka lebih kecil daripada bumi, dan bintang mereka lebih dingin dari Matahari.
Baru-baru ini, para ahli astronomi mengumumkan mereka telah menemukan planet lain di zona layak huni yang bintang-nya: Kepler-452b. Tapi yang satu ini berbeda: Planet ini mengorbit bintang yang kurang lebih seperti Matahari. Dan Bintang serta planet tersebut sekitar 1.400 tahun cahaya jauhnya dari kita.


Ilustrasi kemungkinan penampilan dari planet Kepler-452b

Planet itu ditemukan dengan menggunakan apa yang disebut metode transit, Saat planet mengorbit  pada bintang, dan tepi orbitnya ada pada sudut pandang kita, kita melihat planet melintas langsung di depan bintang sekali per orbit. hal disebut dengan transit, dan planet tersebut memblok sedikit cahaya dari bintang. Kuantitas cahaya yang diblokir tergantung pada ukuran bintang dan ukuran planet. Sebuah planet besar akan memblok lebih banyak cahaya, sedangkan planet kecil akan sedikit memblok cahaya dari bintangnya untuk menuju kearah kita.

Perbandingan Bumi dengan sepupunya, Kepler-452b

Tetapi perlu digaris bawahi bahwa beberapa miliar tahun yang lalu, bintang itu jauh lebih dingin, kurang lebih seperti Matahari sekarang. Itu berarti bahwa dahulu, Kepler-452b pernah mendapatkan jumlah cahaya dan panas yang sama seperti bumi kita.