Direksi KBS Geram dengan Pemberitaan Keeper Hamili Orangutan

Direksi KBS Geram dengan Pemberitaan Keeper Hamili Orangutan


Direksi dari Kebun Binatang Surabaya (KBS) geram dengan beredarnya berita tentang hamilnya orangutan KBS dibuat oleh seorang penjaganya. Berita ini dipublikasikan oleh salah satu media lokal yang mengutip dari worldnewsdailyreport.com.
Dalam pemberitaan itu dikabarkan bahwa seorang perawat (keeper) di KBS ditangkap dan didakwa atas tuduhan penyerangan seksual kepada sejumlah satwa koleksi. Bahkan, penjaga itu dituding menghamili seekor orangutan betina bernama Marylin di KBS.

“Artikel itu tidak benar, itu berita hoax. Ini tuduhan berat dan menyangkut moral,” kata Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama KBS Aschta Boestani Tajuddin. Ia kecewa karena media massa lokal ikut memuat informasi itu tanpa meminta konfirmasi terlebih dahulu.
Seperti yang dikutip dari tempo.co, Aschta juga mengungkapkan, KBS memiliki 4 koleksi orangutan betina yaitu bernama Dora, Tini, Avika dan Rizky. Tak ada satupun yang bernama Marylin. Selain itu, tak ada pula tempat bagi perawat untuk melakukan hubungan seks dengan satwa di sana. “Terlebih kami semua punya moral dan tidak akan berbuat seperti itu hanya untuk sensasi,” ujarnya geram dengan pemberitaan media massa.

Aschta yang sebelumnya aktif di The Borneo Orangutan Survival Foundation itu tidak mengetahui dengan pasti apa sebenarnya alasan derta motif di balik artikel yang ditulis di situs worldnewsdailyreport.com itu. Terlebih situs itu juga tak meminta klarifikasi terlebih dahulu. “Berita tentang KBS di luar Indonesia itu masih buruk. Foto-foto satwa yang menyedihkan pada 2010 masih beredar dan orang-orang meyakini itu adalah keadaan terkini,” jelasnya.

Salah seorang keeper (perawat) yang tidak diketahui namanya, konon diberitakan menghamili orangutan dibuktikan melalui rekaman CCTV di sejumlah titik. Worldnewsdailyreport.com mengutip kesaksian karyawan yang bernama Akhiroel Yahya, yang menjelaskan bahwa beberapa dari  hewan tersebut tampak menjadi terangsang saat pemberian makanan.
“Tapi yang paling membuat kami curiga adalah ketika kami menemukan Marylin, orangutan tertua kami, hamil,” ungkapnya lalu menambahkan, “Padahal, dia tidak pernah kontak dengan orangutan lain karena sifatnya yang agresif, sehingga tidak masuk akal.”
Previous
Next Post »
Thanks for your comment