Heboh! Gadis Belia Ini Mau Dinikahi Guru Usia 52 Tahun

Heboh! Gadis Belia Ini Mau Dinikahi Guru Usia 52 Tahun


Sebagai seorang gadis remaja, menikah biasanya akan menjadi sebuah fase yang bakal mereka pikirkan ketika usia menjelang 25 tahun. Namun, tampaknya itu tidak berlaku bagi seorang gadis cantik asal Malaysia ini. Entah apa alasan sebenarnya, penyebab gadis yang seharusnya masih mengejar cita-cita di dunia karir atau pendidikan ini nekat menerima pinangan seorang pria separuh baya yang lebih cocok dipanggil ayah olehnya. Di mana, gadis yang usianya masih 18 tahun itu pun langsung mengiyakan saat diajak menikah oleh mantan gurunya di SMK dulu. Bukannya apa, akan tetapi gadis yang dulunya bersekolah di SMK Baling, Malaysia ini juga menikah dengan guru sekaligus ayah dari kawan baiknya sendiri. Dengan posisi ini, si gadis ini mau dijadikan istri kedua oleh suaminya yang usianya sudah 52 tahun, seperti dilansir melalui Mynewshub.

Pernikahan yang sederhana ini tampaknya hanya dihadiri kedua mempelai dan ayah dari pihak perempuan saja ©Mynewshub
Pernikahan ini tampaknya hanya dihadiri kedua mempelai dan ayah dari pihak perempuan saja. 
Pernikahan yang dilaksanakan dengan sederhana ini pertama kali di unggah foto-fotonya oleh seseorang bernama Mohd. Hisham. Di mana, setelah foto ini menyebar banyak sekali respon masyarakat di sana yang menyambut positif kabar tersebut.
Hal ini memang kerap terjadi di Malaysia dan memang pada prinsipnya dinegara tersebut poligami sudah jadi hal yang wajar dan biasa. Meski begitu, banyak juga dari netizen di sana yang sedang jomblo merasa situasi ini sama sekali tidak adil.
Kira-kira istri pertama dan anak dari pihak pria mengizinkan nggak ya? ©Mynewshub
Sebagian besar dari mereka memilih berpikiran positif pada pernikahan pasangan kontroversial ini. Sebab, di pernikahan itu hanya hadir kedua pengantin dan ayah dari pihak perempuannya saja. Anak, istri dan keluarga dari pihak pria pun sama sekali tidak terlihat di acara akad dan resepsi tersebut. Hmm bagaimana menurutmu?
Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
Thanks for your comment